“
Pudarnya Pesona Cleopatra”
Kisah
ini berawal dari Aku harus menikah dengan gadis Jawa
bernama Raihana pilihan ibunya yang sama sekali tidak ia kenal. Gadis itu putri
dari teman karib ibunya ketika nyantri di Pesantren Mangkuyudan Solo dan
bersama-sama membuat janji tersirat untuk besanan demi memperat dan
mengukuhkan tali silaturahmi.
Terjadi
pergulatan jiwa dalam diri Aku, antara kecewa dan tidak mau mengecewakan sang
ibu yang dicintainya. Hal itu disebabkan Aku selama ini memimpikan untuk
memiliki istri seorang gadis Mesir yang menurutnya memiliki kaura kecantikan
khas Cleopatra dan tidak mau dijodohkan dengan gadis pilihan sang ibu yang sama
sekali bukan hasratnya selama ini.
Tetapi pada
akhirnya, pernikahan itu berlangsung juga. Hari-hari diisi dengan
kebencian yang mendalam dari Aku terhadap Raihana yang dengan tulus
mencintainya. Diam, acuh dan sinis selalu dilakukan Aku terhadap istrinya, sedangkan
Raihana tetap berlaku manis, setia dan penuh cinta
serta kasih sayang. Pergolakan batin dengan kebencian yang luar biasa selalu
tercipta dan menghiasi hari-hari yang seharusnya bertabur cinta.
Suatu hari, Aku mengikuti pelatihan peningkatan
mutu dosen Bahasa Arab di Puncak, sementara Raihana tinggal bersama ibunya sampai proses kelahiran
buah cintanya berakhir. Di Puncak, Aku bertemu dengan Pak Qalyubi, rekan sesama
dosen yang mengikuti pelatihan tersebut. Awalnya, Aku dan Pak Qalyubi hanya
bernostalgia mengenai Mesir, karena kebetulan keduanya menuntut ilmu di tanah
kelahiran Ratu Cleopatra yang konon tak tertandingi kecantikannya itu. Hingga
tak disangka, Pak Qalyubi bercerita mengenai hidupnya yang mengalami kehancuran
akibat beristrikan seorang gadis Mesir yang cantik bak titisan Cleopatra. Ia
bercerita mengenai sulitnya menyatukan dua budaya yang berbeda, menjinakkan
karakter istri yang keras dan tak bernorma, sampai akhirnya harus menanggung
kehancuran baik secara moril dan materil.
Disaat itulah Aku menyadari bahwa dia
melakukan kesalahan besar dalam kehidupan rumah tangganya. Aku sudah
menyia-nyiakan istri cantik khas Indonesia yang selama ini setia, memberikan cinta
dan kasih sayang dengan penuh keikhlasan dan kesabaran, serta sangat menyanjung
suami seperti yang biasa dilakukan istri-istri suku Jawa. Bahkan, ia kuat
menghadapi sikap suami yang menyebalkan seperti Aku selama setahun perkawinan
mereka. Dan kini, rasa cinta terhadap
Raihana pun bergelora begitu saja di hati Aku.
Seusai pelatihan, Aku segera pulang dan
berniat berlutut memohon maaf di pangkuan sang istri yang mulia mencintai suami
karena Allah. Aku berjanji akan menjadi suami yang mencintai Raihana dengan
segenap jiwa karena Allah. Namun, ternyata Allah berkehendak lain. Setibanya di
rumah ibu mertua, Aku harus menelan kepahitan tatkala mendengar Raihana telah
pergi menemui sang Ilahi seminggu yang lalu. Penyesalan pun menyeruak dalam
diri Aku yang tak sempat meminta maaf dan membahagiakan Raihana.
Raihana memang bukan Cleopatra. Ia hanya
wanita sholehah yang memiliki kecantikan paras khas Jawa dan memiliki kecantikan
hati yang luar biasa indahnya. Seketika, pesona Cleopatra pun memudar terkalahkan
oleh terangnya cahaya cinta Raihana.
NB : sinopsis ini dibuat oleh pipit, hana, yasinta
NB : sinopsis ini dibuat oleh pipit, hana, yasinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar