Globalisasi
Vs Degradasi Moral
Dewasa ini,
globalisasi membawa pengaruh yang signifikan bagi perkembangan kehidupan bangsa,
khususnya di negara berkembang seperti Indonesia. Seiring dengan itu,
perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah menjadi model interaksi
sosial masyarakat modern. Tak dapat dihindari, terjadi perubahan yang sangat
cepat. Dunia berada dalam situasi dan kondisi kehidupan antar bangsa dan negara
tanpa batas.
Globalisasi merupakan suatu
proses di mana antarindividu, antarkelompok, dan antarnegara saling
berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang
melintasi batas negara. Dalam banyak hal, globalisasi mempunyai banyak karakteristik yang sama
dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah ini sering
dipertukarkan. Sebagian pihak sering menggunakan istilah globalisasi yang
dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas negara. (wikipedia)
Globalisasi menyebabkan
unsur-unsur budaya asing akan mudah masuk ke Indonesia. Tidak semua budaya yang
datang memberikan dampak positif bagi kehidupan bangsa Indonesia yang
berlandaskan Pancasila. Salah satu dampak negatif tersebut yaitu terjadinya
degradasi moral atau penurunan kualitas moral, seperti cara berpakaian,
bertutur kata, gaya hidup dan padangan hidup yang cenderung sekulerisme,
hedonisme, materialisme, konsumtif, glamoristik, diskriminatif, dan
individualisme.
Seperti cara berpakaian
yang cenderung berkiblat ke barat. Menggunakan bahan yang minim dan tipis tanpa
mempedulikan norma adat dan agama yang ada di Indonesia sebagai bangsa timur.
Begitu juga dengan cara bertutur kata. Bangsa ini seolah malu dengan bahasa
daerah maupun bahasa bangsanya sendiri (bahasa Indonesia). Mereka merasa lebih
keren atau percaya diri bila bertutur kata dengan menggunakan bahasa Inggris.
Tak hanya itu, makanan ala barat pun menjadi menu sehari-hari. Seolah hal
tersebut dapat menunjukkan status sosial tanpa memerhatikan kesehatan dan
kesesuaian dengan perut bangsa Indonesia.
Degradasi moral seakan luput dari pandangan pemerintah maupun masyarakat.
Tak banyak yang sadar bahwa virus-virus globalisasi terus menggerogoti nilai
moral bangsa ini. Sayangnya, kita terus menuntut kemajuan di era global ini
tanpa memandang (lagi) aspek kesantunan budaya bangsa ini. Ketidakseimbangan
itulah yang pada akhirnya membuat moral
semakin jatuh dan rusak.
(Dari berbagai sumber)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar